<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Normansyah Kusuma</title>
	<atom:link href="http://www.normansyah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.normansyah.com</link>
	<description>Ngoceh, Seminggu Sekali</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 17:32:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Customer Service Samsung: Belajarlah Dari Mereka!</title>
		<link>http://www.normansyah.com/2012/05/customer-service-samsung-belajarlah-dari-mereka/</link>
		<comments>http://www.normansyah.com/2012/05/customer-service-samsung-belajarlah-dari-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 17:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Normansyah Kusuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgets & Gizmos]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Customer Service]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy S2]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.normansyah.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Anda bisa beli handphone seharga dua ratus ribu di pasar jongkok dan awet hingga bertahun-tahun dan anda juga bisa saja beli smartphone trend terkini dengan harga tembus lima juta tapi tiba-tiba mati total padahal belum sebulan anda pakai. Yang benar-benar membedakan antara satu produsen dengan produsen yang lain adalah bagaimana mereka memperlakukan konsumen mereka. Walaupun sebenarnya saya tidak ingin jadi sumber promosi gratisan bagi Samsung tapi apa yang akan saya ceritakan mudah-mudahan dapat di contoh oleh produsen lain, apapun barangnya itu. It All Started With A Nightmare Punya gadget canggih dan dua orang balita dirumah kadang problematis dan kombinasi yang berbahaya khususnya bagi keselamatan sang anak gadget tersebut. Itulah yang terjadi pada HP Android Samsung Galaxy S2 saya, terkena tumpahan susu tepat dibagian bawah dimana colokan charger berada. Setelah itu Samsung Galaxy S2 walaupun masih bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari smartphone itu mulai menunjukan gejala-gejala idiotphone. Satu hal yang saya tahu tentang kebijakan garansi handphone Samsung dan produsen lainnya adalah bahwa kerusakan yang dikarenakan cairan tidak termasuk dalam penggantian baik sevis maupun sparepart. Saya punya pengalaman buruk yang nanti juga akan saya ceritakan sebagai bahan pembanding. Walaupun agak segan karena takut ditolak mentah-mentah akhirnya setelah beberapa bulan sejak kejadian saya nekad untuk berkunjung ke Samsung Service Center dengan harapan mudah-mudahan si raksasa Korea mau berbaik hati untuk memperbaiki handphone saya tersebut. How It All Went Well Setelah mengambil nomor antrian dan menunggu sekitar setangah jam di Samsung Service Center mal Ambassador saya di terima oleh salah seorang mba Samsung sebut saja Bunga (saya ngga nanya namanya). Selesai basa-basi formil ala customer service saya menceritakan penyakit yang terjadi pada gadget saya. Tidak terlalu jujur juga, karena saya tidak bilang bahwa penyakit gadget saya itu karena tumpahan air susu. Si Bunga minta gadget saya itu untuk diperiksa terlebih dahulu. Agak lama juga si Bunga memperhatikan HP saya dan saya mulai agak tidak sabar untuk buru-buru balik ke kantor karena memang biasanya di Service Center produk lain setelah mencatat keluhan dan diberi tanda terima saya dipersilahkan pulang untuk menunggu beberapa hari. Agak kaget juga ketika tiba-tiba si mba Samsung bertanya, &#8220;Boleh saya bongkar handphone nya pak?&#8221; Seorang perempuan dibagian resepsionis Service Center tiba-tiba bertanya seperti itu, sebenarnya agak sulit di cerna bagi saya, tapi karena rasa ingin tahu saya jawab, &#8220;ya, silahkan mba&#8221;. Dan antara takjub dan takut ketahuan ada bekas susu dibagian dalam handphone, saya pun melihat dihadapan saya sendiri si Bunga mulai membongkar Galaxy S2. Ya saya tahu ini jaman emansipasi, tapi teknisi perempuan yang tadinya saya pikir cuma resepsionis sepertinya masih baru bagi saya. Bahkan yang namanya Service Center melakukan perbaikan dan membongkar langsung dihadapan konsumen juga barang baru bagi saya. Sampai akhirnya si Bunga bilang, &#8220;Bapak, ini sepertinya kena cairan, saya coba bersihin dulu aja ya?&#8221; Saya cuma bisa manggut-manggut, ketahuan juga. Tapi setidaknya si mba Samsung tidak langsung memvonis bahwa garansi saya sudah hangus karena terkena cairan. Setelah beberapa saat si Bunga membersihkan bagian dalam, kemudian merakit kembali dan menyalakan handphonenya, dan saya bisa lihat sebersit senyuman puas dari si Bunga. Saat itu juga saya tahu bahwa Bunga telah berhasil memperbaiki Galaxy S2 kesayangan saya. Kemudian dia mempersilahkan saya untuk mencoba apakah sudah kembali seperti sedia kala. Ya, handphone saya kini bukan idiotphone lagi. The Real Nightmare Sebut saja merek X, salah satu perusahaan yang mengaku produsen handphone lokal padahal tidak lebih dari sekedar importir handphone dari negeri China. Menunggu lebih dari dua jam, diterima oleh Customer Service dan diminta menunggu beberapa hari hanya untuk dapat kabar buruk hampir seminggu kemudian bahwa kerusakan terjadi karena terkena cairan jadi tidak di cover oleh garansi. Saya harus mengeluarkan biaya lebih dari setengah dari harga baru handphone tersebut yang tergolong handphone termahal dari merek tersebut kalau mau diperbaiki, Ouch! Masalahnya tidak seperti SGS2 saya yang diperbaiki oleh Service Center Samsung walaupun jelas-jelas terkena cairan juga, yang ini saya tidak ingat sama sekali pernah terkena tumpahan air. Mau beli produk  merek X ini lagi? No Way! Seberapa bagusnya barang yang mereka jual dengan harga yang murah sekalipun saya tidak akan beli lagi produk mereka. Moral of The Story Seperti saya sebutkan sebelumnya saya tidak ingin jadi corong promosi gratisan bagi Samsung. Tapi apa yang dilakukan Samsung untuk memuaskan pelanggan wajib ditiru oleh produsen lain khususnya perusahaan Nasional kita. Membuat para pelanggan yang mengalami kemalangan merasa terhibur. Setelah apa yang saya alami dengan di Service Center Samsung agak berat bagi saya untuk membeli gadget merek lain, kecuali saya tahu betul bahwa level layanan pelanggannya sama atau lebih baik dari pada Samsung. &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda bisa beli handphone seharga dua ratus ribu di pasar jongkok dan awet hingga bertahun-tahun dan anda juga bisa saja beli smartphone trend terkini dengan harga tembus lima juta tapi tiba-tiba mati total padahal belum sebulan anda pakai. Yang benar-benar membedakan antara satu produsen dengan produsen yang lain adalah bagaimana mereka memperlakukan konsumen mereka.</p>
<p><span id="more-385"></span></p>
<p>Walaupun sebenarnya saya tidak ingin jadi sumber promosi gratisan bagi Samsung tapi apa yang akan saya ceritakan mudah-mudahan dapat di contoh oleh produsen lain, apapun barangnya itu.</p>
<h1>It All Started With A Nightmare</h1>
<p>Punya gadget canggih dan dua orang balita dirumah kadang problematis dan kombinasi yang berbahaya khususnya bagi keselamatan <del>sang anak</del> gadget tersebut. Itulah yang terjadi pada HP Android Samsung Galaxy S2 saya, terkena tumpahan susu tepat dibagian bawah dimana colokan charger berada. Setelah itu Samsung Galaxy S2 walaupun masih bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari smartphone itu mulai menunjukan gejala-gejala idiotphone.</p>
<p>Satu hal yang saya tahu tentang kebijakan garansi handphone Samsung dan produsen lainnya adalah bahwa kerusakan yang dikarenakan cairan tidak termasuk dalam penggantian baik sevis maupun sparepart. Saya punya pengalaman buruk yang nanti juga akan saya ceritakan sebagai bahan pembanding. Walaupun agak segan karena takut ditolak mentah-mentah akhirnya setelah beberapa bulan sejak kejadian saya nekad untuk berkunjung ke Samsung Service Center dengan harapan mudah-mudahan si raksasa Korea mau berbaik hati untuk memperbaiki handphone saya tersebut.</p>
<h1>How It All Went Well</h1>
<p>Setelah mengambil nomor antrian dan menunggu sekitar setangah jam di Samsung Service Center mal Ambassador saya di terima oleh salah seorang mba Samsung sebut saja Bunga (saya ngga nanya namanya). Selesai basa-basi formil ala customer service saya menceritakan penyakit yang terjadi pada gadget saya. Tidak terlalu jujur juga, karena saya tidak bilang bahwa penyakit gadget saya itu karena tumpahan air susu. Si Bunga minta gadget saya itu untuk diperiksa terlebih dahulu.</p>
<p>Agak lama juga si Bunga memperhatikan HP saya dan saya mulai agak tidak sabar untuk buru-buru balik ke kantor karena memang biasanya di Service Center produk lain setelah mencatat keluhan dan diberi tanda terima saya dipersilahkan pulang untuk menunggu beberapa hari. Agak kaget juga ketika tiba-tiba si mba Samsung bertanya, &#8220;Boleh saya bongkar handphone nya pak?&#8221;</p>
<p>Seorang perempuan dibagian resepsionis Service Center tiba-tiba bertanya seperti itu, sebenarnya agak sulit di cerna bagi saya, tapi karena rasa ingin tahu saya jawab, &#8220;ya, silahkan mba&#8221;. Dan antara takjub dan takut ketahuan ada bekas susu dibagian dalam handphone, saya pun melihat dihadapan saya sendiri si Bunga mulai membongkar Galaxy S2. Ya saya tahu ini jaman emansipasi, tapi teknisi perempuan yang tadinya saya pikir cuma resepsionis sepertinya masih baru bagi saya. Bahkan yang namanya Service Center melakukan perbaikan dan membongkar langsung dihadapan konsumen juga barang baru bagi saya.</p>
<p>Sampai akhirnya si Bunga bilang, &#8220;Bapak, ini sepertinya kena cairan, saya coba bersihin dulu aja ya?&#8221; Saya cuma bisa manggut-manggut, ketahuan juga. Tapi setidaknya si mba Samsung tidak langsung memvonis bahwa garansi saya sudah hangus karena terkena cairan.</p>
<p>Setelah beberapa saat si Bunga membersihkan bagian dalam, kemudian merakit kembali dan menyalakan handphonenya, dan saya bisa lihat sebersit senyuman puas dari si Bunga. Saat itu juga saya tahu bahwa Bunga telah berhasil memperbaiki Galaxy S2 kesayangan saya. Kemudian dia mempersilahkan saya untuk mencoba apakah sudah kembali seperti sedia kala. Ya, handphone saya kini bukan idiotphone lagi.</p>
<h1>The Real Nightmare</h1>
<p>Sebut saja merek X, salah satu perusahaan yang mengaku produsen handphone lokal padahal tidak lebih dari sekedar importir handphone dari negeri China. Menunggu lebih dari dua jam, diterima oleh Customer Service dan diminta menunggu beberapa hari hanya untuk dapat kabar buruk hampir seminggu kemudian bahwa kerusakan terjadi karena terkena cairan jadi tidak di cover oleh garansi. Saya harus mengeluarkan biaya lebih dari setengah dari harga baru handphone tersebut yang tergolong handphone termahal dari merek tersebut kalau mau diperbaiki, Ouch!</p>
<p>Masalahnya tidak seperti SGS2 saya yang diperbaiki oleh Service Center Samsung walaupun jelas-jelas terkena cairan juga, yang ini saya tidak ingat sama sekali pernah terkena tumpahan air. Mau beli produk  merek X ini lagi? No Way! Seberapa bagusnya barang yang mereka jual dengan harga yang murah sekalipun saya tidak akan beli lagi produk mereka.</p>
<h1>Moral of The Story</h1>
<p>Seperti saya sebutkan sebelumnya saya tidak ingin jadi corong promosi gratisan bagi Samsung. Tapi apa yang dilakukan Samsung untuk memuaskan pelanggan wajib ditiru oleh produsen lain khususnya perusahaan Nasional kita. Membuat para pelanggan yang mengalami kemalangan merasa terhibur.</p>
<p>Setelah apa yang saya alami dengan di Service Center Samsung agak berat bagi saya untuk membeli gadget merek lain, kecuali saya tahu betul bahwa level layanan pelanggannya sama atau lebih baik dari pada Samsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.normansyah.com/2012/05/customer-service-samsung-belajarlah-dari-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instagram di Android? Ewww&#8230;</title>
		<link>http://www.normansyah.com/2012/04/instagram-di-android-ewww/</link>
		<comments>http://www.normansyah.com/2012/04/instagram-di-android-ewww/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 10:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Normansyah Kusuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgets & Gizmos]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Autodesk]]></category>
		<category><![CDATA[Camera]]></category>
		<category><![CDATA[Fanboy]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Lightbox]]></category>
		<category><![CDATA[Pixlr-O-Matic]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[StreamZoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.normansyah.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Itulah reaksi para pengguna iPhone atau lebih tepatnya reaksi Apple Fanboy ketika mendengar kabar bahwa Instagram kini ada di Android. Seolah-seolah para pengguna Android adalah makhluk-makhluk menjijikkan dan hina. Reaksi saya? Instagram di Android? Ewww&#8230; Itulah reaksi saya ketika mencoba Instagram pertama kali di Samsung Galaxy S2. Ya, saya pakai Android dan itulah reaksi saya. Hanya untuk menjelaskan situasi, saya bukanlah Phandroid sebutan untuk Android Fanboy, dan saya juga bukan pembenci produk Apple. Saya menginstall Instagram hanya karena didorong rasa ingin tau, ada ribut-ribut apa sih? Kesimpulannya sebuah aplikasi kamera yang tidak terlalu istimewa tapi dielu-elukan oleh lebih dari 30 juta manusia dan sebagian dari mereka telah terjangkit gejala penyakit sosial dimana mereka bisa merendahkan derajat manusia lainnya hanya karena pilihan Ponsel pintar. Kalau anda pengguna iPhone silahkan nikmati Instagram anda, kalau anda pengguna Android, jangan ganggu saudara-saudara kita para pengguna Instagram di iPhone mengambil foto sarapannya, gunakanlah aplikasi kamera Android dibawah ini dengan berbagai fungsi yang tidak kalah bahkan lebih baik dari pada Instagram. 1. Pixlr-O-Matic Kalau gedung kantor anda berlantai lebih dari dua ada kemungkinan besar gedung tersebut di desain dengan menggunakan AutoCad. Aplikasi arsitektur ternama buatan AutoDesk yang mungkin digunakan oleh seluruh Arsitek dan bidang teknis lainnya untuk menggambar mulai dari denah gedung hingga skema teknis mesin jet pesawat tempur. Mungkin karena banyak waktu luang kawan-kawan pengembang di AutoCad akhirnya membuat aplikasi Pixlr-O-Matic sebuah aplikasi edit foto dengan segudang pilihan efek atau filter. Dan ketika filter bawaan Pixlr &#8211; O &#8211; Matic. Tidak mencukupi anda dapat mendownload ratusan filter lainnya langsung didalam aplikasi, gratis. Seperti Instagram Pixlr &#8211; O &#8211; Matic memungkinkan anda berbagai foto ke berbagai jejaring sosial. 2. LightBox LightBox mungkin tidak selengkap Pixlr &#8211; O &#8211; Matic. Tetapi dibanding Instagram untuk Androi LightBox memiliki lebih banyak filter yang dapat anda gunakan. Tidak seperti Instagram yang membatasi rasio foto (squared), LightBox dapat mengedit foto dalam rasio lainnya. Selain dapat berbagi ke jejaring utama pilihan anda LightBox juga menyediakan halaman website tersendiri untuk menampilkan foto-foto anda. Tentunya anda dapat mengatur siapa sajakah yang memiliki akses ke foto-foto anda tersebut. 3. StreamZoo Patut diakui bahwa StreamZoo sebenarnya adalah jiplakan dari Instagram. Dati segi tampilan bahkan icon nya pun sangat mirip dengan Instagram. Tetapi Streamzoo menawarkan berbagai fitur tambahan atau pengembangan dari apa yang dimiliki oleh Instagram.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah reaksi para pengguna iPhone atau lebih tepatnya reaksi Apple Fanboy ketika mendengar kabar bahwa Instagram kini ada di Android. Seolah-seolah para pengguna Android adalah makhluk-makhluk menjijikkan dan hina. Reaksi saya?<br />
<span id="more-82"></span></p>
<p>Instagram di Android? Ewww&#8230; Itulah reaksi saya ketika mencoba Instagram pertama kali di Samsung Galaxy S2. Ya, saya pakai Android dan itulah reaksi saya.<br />
Hanya untuk menjelaskan situasi, saya bukanlah Phandroid sebutan untuk Android Fanboy, dan saya juga bukan pembenci produk Apple. Saya menginstall Instagram hanya karena didorong rasa ingin tau, ada ribut-ribut apa sih?<br />
Kesimpulannya sebuah aplikasi kamera yang tidak terlalu istimewa tapi dielu-elukan oleh lebih dari 30 juta manusia dan sebagian dari mereka telah terjangkit gejala penyakit sosial dimana mereka bisa merendahkan derajat manusia lainnya hanya karena pilihan Ponsel pintar.<br />
Kalau anda pengguna iPhone silahkan nikmati Instagram anda, kalau anda pengguna Android, jangan ganggu saudara-saudara kita para pengguna Instagram di iPhone mengambil foto sarapannya, gunakanlah aplikasi kamera Android dibawah ini dengan berbagai fungsi yang tidak kalah bahkan lebih baik dari pada Instagram.<br />
1. Pixlr-O-Matic<br />
Kalau gedung kantor anda berlantai lebih dari dua ada kemungkinan besar gedung tersebut di desain dengan menggunakan AutoCad. Aplikasi arsitektur ternama buatan AutoDesk yang mungkin digunakan oleh seluruh Arsitek dan bidang teknis lainnya untuk menggambar mulai dari denah gedung hingga skema teknis mesin jet pesawat tempur.<br />
Mungkin karena banyak waktu luang kawan-kawan pengembang di AutoCad akhirnya membuat aplikasi Pixlr-O-Matic sebuah aplikasi edit foto dengan segudang pilihan efek atau filter. Dan ketika filter bawaan Pixlr &#8211; O &#8211; Matic. Tidak mencukupi anda dapat mendownload ratusan filter lainnya langsung didalam aplikasi, gratis. Seperti Instagram Pixlr &#8211; O &#8211; Matic memungkinkan anda berbagai foto ke berbagai jejaring sosial.</p>
<p>2. LightBox<br />
LightBox mungkin tidak selengkap Pixlr &#8211; O &#8211; Matic. Tetapi dibanding Instagram untuk Androi LightBox memiliki lebih banyak filter yang dapat anda gunakan. Tidak seperti Instagram yang membatasi rasio foto (squared), LightBox dapat mengedit foto dalam rasio lainnya.<br />
Selain dapat berbagi ke jejaring utama pilihan anda LightBox juga menyediakan halaman website tersendiri untuk menampilkan foto-foto anda. Tentunya anda dapat mengatur siapa sajakah yang memiliki akses ke foto-foto anda tersebut.<br />
3. StreamZoo<br />
Patut diakui bahwa StreamZoo sebenarnya adalah jiplakan dari Instagram. Dati segi tampilan bahkan icon nya pun sangat mirip dengan Instagram. Tetapi Streamzoo menawarkan berbagai fitur tambahan atau pengembangan dari apa yang dimiliki oleh Instagram.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.normansyah.com/2012/04/instagram-di-android-ewww/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Scalar-Valued UDF (Cont.)</title>
		<link>http://www.normansyah.com/2012/04/scalar-valued-udf/</link>
		<comments>http://www.normansyah.com/2012/04/scalar-valued-udf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 23:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Normansyah Kusuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.normansyah.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Setelah minggu kemarin kita membahas Table-Valued UDF sekarang kita lanjut ke Scalar-Valued UDF. Jadi barang apa itu Scalar-Valued UDF? Anda pasti pernah memakai fungsi GETDATE(), LEFT(), MID()  atau fungsi lain yang sejenis, fungsi-fungsi tersebut adalah System Function bawaan dari SQL Server. Microsoft SQL Server memungkinkan anda membuat fungsi yang mirip dengan fungsi-fungsi tersebut. Misalnya dari contoh minggu lalu kita punya tabel Karyawan seperti berikut ini: Untuk menghitung umur karyawan pada hari ini anda dapat menggunakan SQL Command seperti berikut ini: Pengalaman saya rumus perhitungan semacam itu cukup sering digunakan. Daripada harus menghapalkan dan menuliskan rumus itu setiap anda butuhkan, anda bisa membuat Scalar Value Function dengan cara menuliskan script seperti berikut ini: Dan ketika kemudian anda butuh menghitung umur, sekarang anda cukup menuliskan perintah SQL seperti berikut ini: Untuk memfilter data berdasarkan umur pun akan lebih mudah dengan cara: Bahkan Scalar-Valued Function juga bisa digunakan dalam Table-Valued Function, contohnya script dari script minggu lalu dimodifikasi menjadi: Scalar-Valued VS Table-Valued Cukup jelas sepertinya, sementara Table-Valued mengembalikan hasil berupa table sedangkan Scalar-Valued mengembalikan hasil dalam bentuk satu nilai. Table-Valued digunakan dalam SQL Select Command mirip seperti Tabel biasa, sementara Scalar-Valued diperlakukan sebagai field. Faster Than View Mungkin anda sering membuat View, caranya pun cenderung mudah dan dapat di kerjakan menggunakan GUI tanpa menulis script sedikitpun. Tapi anda patut mempertimbangkan untuk menggunakan Table-Valued UDF dibanding View karena hasil test menunjukan bahwa performa UDF lebih cepat dibanding dengan View. Final Tought Ya, Stored Procedure pun bisa menghasilkan output berupa tabel ataupun nilai, tapi jelas bahwa hasil yang dikeluarkan stored procedure tidak reusable dan tidak flexible. Saat stored procedure di eksekusi anda tidak punya kontrol apapun atas keluaran yang akan dihasilkan seperti melakukan filter, mengurutkan data dan lain sebagainya. Membuat UDF sebenarnya agak lebih repot dibanding dengan Stored Procedure karena anda harus mendefinisikan output berupa virtual table yang kadang cukup banyak apabila anda mengelola data perusahaan besar. Tetapi Flexibility dan Reusability yang tinggi menjadikan usaha anda lebih berarti. &#160; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah minggu kemarin kita membahas <a title="Sql Server User Defined Function: Fitur Bermanfaat Dan Terlupakan" href="http://www.normansyah.com/2012/04/sql-server-udf-nan-terlupakan/">Table-Valued UDF</a> sekarang kita lanjut ke Scalar-Valued UDF. Jadi barang apa itu Scalar-Valued UDF? Anda pasti pernah memakai fungsi GETDATE(), LEFT(), MID()  atau fungsi lain yang sejenis, fungsi-fungsi tersebut adalah System Function bawaan dari SQL Server. Microsoft SQL Server memungkinkan anda membuat fungsi yang mirip dengan fungsi-fungsi tersebut.</p>
<p><span id="more-383"></span>Misalnya dari contoh minggu lalu kita punya tabel Karyawan seperti berikut ini:</p>
<div id="sws_table1" class="sws_custom_table">
<table>
<thead>
<tr>
<th>ID</th>
<th>KD_Divisi</th>
<th>Nama</th>
<th>Tanggal_Lahir</th>
<th>Gaji</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>1</td>
<td>1</td>
<td>Ahmad</td>
<td>1979-3-5</td>
<td>5000000</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>2</td>
<td>Dudung</td>
<td>1979-1-12</td>
<td>5000000</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>2</td>
<td>Somad</td>
<td>1979-4-29</td>
<td>5000000</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>1</td>
<td>Menik</td>
<td>1986-2-3</td>
<td>3500000</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>2</td>
<td>Upik</td>
<td>1986-9-28</td>
<td>3500000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><script>jQuery(document).ready(function($){custom_table({'bzebra':'e8edff','bhover':'d0dafd','hbgcolor':'b9c9fe','bbgcolor':'e8edff','bbtype':'solid','bbwidth':'1','bbcolor':'ffffff','tbcolor':'9BAFF1','tbwidth':'2','tbtype':'solid','bgcolor':'ffffff','bcolor':'666699','hcolor':'003399','hbcolor':'ffffff','hbwidth':'1','hbtype':'solid','sel':'#sws_table1','template':'sws_custom_table','width':'100%'});});</script></p>
<p>Untuk menghitung umur karyawan pada hari ini anda dapat menggunakan SQL Command seperti berikut ini:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT 
  Nama, 
  Tanggal_Lahir, 
  FLOOR(DATEDIFF(DAY, Tanggal_Lahir, GETDATE())/365.25) AS Umur 
FROM Karyawan
</pre>
<p>Pengalaman saya rumus perhitungan semacam itu cukup sering digunakan. Daripada harus menghapalkan dan menuliskan rumus itu setiap anda butuhkan, anda bisa membuat Scalar Value Function dengan cara menuliskan script seperti berikut ini:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
CREATE FUNCTION [dbo].[HitungUmur] (@TanggalMulai, @TanggalAkhir) RETURNS INT 
AS
BEGIN
	DECLARE @umur INT
	SELECT @umur = FLOOR(DATEDIFF(DAY, @TanggalMulai, @TanggalAkhir)/365.25)
	RETURN @umur
END
</pre>
<p>Dan ketika kemudian anda butuh menghitung umur, sekarang anda cukup menuliskan perintah SQL seperti berikut ini:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT 
  Nama, 
  dbo.HitungUmur(TanggalLahir, GetDate()) as Umur 
FROM Karyawan
</pre>
<p>Untuk memfilter data berdasarkan umur pun akan lebih mudah dengan cara:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT
  Nama
FROM Karyawan
WHERE dbo.HitungUmur(TanggalLahir, GetDate()) >= 30
</pre>
<p>Bahkan Scalar-Valued Function juga bisa digunakan dalam Table-Valued Function, contohnya script dari script minggu lalu dimodifikasi menjadi:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
CREATE FUNCTION [dbo].[kenaikan](@Persen DOUBLE, @Tanggal DATETIME)
RETURNS @resultTable TABLE
(
  ID int,
  KD_Divisi int,
  Nama Varchar(255),
  Tanggal_Lahir DateTime,
  Umur int,
  Gaji numeric(18,2),
  Kenaikan numeric(18,2)
)
AS
BEGIN
  Insert @resultTable
  (
    ID,
    KD_Divisi,
    Nama,
    Tanggal_Lahir,
    Umur,
    Gaji,
    Kenaikan
  )
  SELECT
    ID, 
    KD_Divisi, 
    Tanggal_Lahir, 
    dbo.HitungUmur(Tanggal_Lahir, @Tanggal), 
    Gaji, 
    Gaji * (@Persen/100) 
  FROM Karyawan
 
  RETURN
END
</pre>
<h1>Scalar-Valued VS Table-Valued</h1>
<p>Cukup jelas sepertinya, sementara Table-Valued mengembalikan hasil berupa table sedangkan Scalar-Valued mengembalikan hasil dalam bentuk satu nilai. Table-Valued digunakan dalam SQL Select Command mirip seperti Tabel biasa, sementara Scalar-Valued diperlakukan sebagai field.</p>
<h1>Faster Than View</h1>
<p>Mungkin anda sering membuat View, caranya pun cenderung mudah dan dapat di kerjakan menggunakan GUI tanpa menulis script sedikitpun. Tapi anda patut mempertimbangkan untuk menggunakan Table-Valued UDF dibanding View karena hasil test menunjukan bahwa performa UDF lebih cepat dibanding dengan View.</p>
<h1>Final Tought</h1>
<p>Ya, Stored Procedure pun bisa menghasilkan output berupa tabel ataupun nilai, tapi jelas bahwa hasil yang dikeluarkan stored procedure tidak reusable dan tidak flexible. Saat stored procedure di eksekusi anda tidak punya kontrol apapun atas keluaran yang akan dihasilkan seperti melakukan filter, mengurutkan data dan lain sebagainya.</p>
<p>Membuat UDF sebenarnya agak lebih repot dibanding dengan Stored Procedure karena anda harus mendefinisikan output berupa virtual table yang kadang cukup banyak apabila anda mengelola data perusahaan besar. Tetapi Flexibility dan Reusability yang tinggi menjadikan usaha anda lebih berarti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.normansyah.com/2012/04/scalar-valued-udf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sql Server User Defined Function: Fitur Bermanfaat Dan Terlupakan</title>
		<link>http://www.normansyah.com/2012/04/sql-server-udf-nan-terlupakan/</link>
		<comments>http://www.normansyah.com/2012/04/sql-server-udf-nan-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 11:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Normansyah Kusuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Development]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[SQL Server]]></category>
		<category><![CDATA[Stored Procedure]]></category>
		<category><![CDATA[UDF]]></category>
		<category><![CDATA[User Defined Function]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.normansyah.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Syok luar biasa ketika seorang rekan dengan titel Database Administrator tidak tahu menahu mengenai User Defined Function yang ada di Sql Server. Sebuah fitur luar biasa berguna untuk pengolahan dan membentuk data. Dan ternyata rekan saya tersebut tidak sendiri, masih banyak kenalan lainnya yang sehari-hari berkutat dengan Sql Server tidak tahu apa itu UDF dan bagaimana UDF dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan mereka. Apakah UDF memang suatu fitur yang tidak umum digunakan? Atau malah saya yang bergaul dengan orang-orang yang salah? Apakah anda salah satu DBA/Programmer yang tidak tahu apa itu UDF? Understanding UDF UDF pertama kali diperkenalkan pada Microsoft SQL Server 2000 untuk menutupi berbagai kekurangan SP yang memungkinkan anda antuk menulis sebuah script SQL yang menyerupai Structured Programming Language seperti Visual Basic, C++ dan lain sebagainya. Ada dua macam UDF yaitu Scalar Value UDF dan Table-Valued UDF. Table-Valued UDF mengembalikan hasil dalam bentuk tabel sementara Scalar-Valued UDF mengembalikan data berupa satu nilai. Untuk saat ini mari kita fokus pada Table-Valued UDF supaya saya tidak repot cari bahan tulisan untuk minggu depan. Berikut contoh pemanggilan SP dan UDF : Perhatikan bahwa UDF_Process_Data berada dalam T-SQL Select Command sama persis kalau anda memanggil data dari sebuah tabel, tapi mirip dengan SP, UDF tersebut dapat memiliki parameter pada contoh diatas terdapat dua parameter dengan tipe data DateTime dengan sedikit perbedaan penulisan yaitu penambahan tanda kurung di bagian parameter. Karena UDF dipanggil dengan SQL Query biasa maka dengan satu UDF saja anda dapat melakukan berbagai variasi pengambilan data seperti melakukan pem filteran dengan WHERE clause, melakukan pengurutan data dengan ORDER Clause, Melakukan penggabungan data dengan INNER JOIN, dan lain sebagainya. How Things Work Misalkan anda memiliki tabel Karyawan seperti berikut ini: Bos anda meminta anda mengolah data tersebut dengan kriteria Tampilkan data karyawan ditambah dengan kolom kenaikan gaji apabila gaji mereka naik sebesar x% pada tanggal cetak y untuk menentukan umur karyawan. Dimana x dan y harus menjadi variable yang dapat dirubah setiap saat. Saya pikir untuk dapat lebih mudah mengenal UDF sebaiknya saya coba bandingkan dengan pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan Stored Procedure terlebih dahulu, mungkin anda akan membuat SP yang mirip seperti ini: Dan anda dapat menjalankan SP tersebut seperti berikut ini: Yang kemudian akan mengembalikan hasil seperti berikut ini: Nah, Mission Accomplished! Tapi bagaimana apabila bos anda meminta format laporan baru dengan kriteria tampilkan kolom Nama, Umur dan Gaji Baru setelah ada kenaikan, dan terakhir hanya yang berumur sama dengan atau lebih dari 30 tahun. Mungkin bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan stored procedure dan tidak tahu-menahu tentang UDF anda akan membuat Stored Procedure baru yang kurang lebih begini: Dan mungkin anda akan membuat berbagai variasi stored procedure lain untuk setiap format laporan yang diperlukan. Dan pada akhirnya anda akan memiliki puluhan stored procedure yang intinya sama sehingga akan sulit di manage. Percayalah, apabila setelah bertahun-tahun anda mengelola database dan anda membiarkan hal itu berlarut-larut anda akan merasakan sendiri pahitnya menjadi seorang DBA. Do It The UDF Way Cukup dengan menulis satu script UDF masalah diatas dapat diatasi dengan elegan. Berikut contoh penulisan UDF: Sekarang anda dapat memanggil UDF tersebut dengan perintah seperti berikut: Maka anda akan mendapatkan hasil yang sama dengan contoh stored procedure pertama diatas. Perhatikan bahwa UDF tersebut dipanggil dalam Select command sehingga ketika sewaktu-waktu anda diminta untuk mengambil data dengan kriteria: ambil hanya nama dan gaji baru dengan kenaikan 12% dan hanya yang berumur diatas 20 tahun maka anda dapat memanggil UDF yang sama tanpa perlu membuat/memodifikasi yang telah ada dengan cara seperti berikut: Maka perintah tersebut akan mengembalikan hasil seperti berikut: Anda juga bisa menggunakan UDF dalam perintah JOIN: Dan tentunya berbagai macam skenario Select Command lain sudah dapat diakomodir dengan hanya satu kali menuliskan UDF. Write Your Own Script Untuk dapat memahami penulisan UDF mari kita simak struktur penulisan UDF berikut: Anda membuat UDF dengan mendefinisikan nama UDF itu sendiri kemudian memasukan parameter-parameter yang nantinya akan digunakan, parameter tersebut sifatnya opsional dan dapat terdiri lebih dari satu. Setelah itu anda menentukan suatu Tabel Virtual, apa itu Tabel Virtual? Butuh artikel khusus buat membahas soal itu, tapi intinya adalah Anda dapat mengolah data dengan berbagai cara termasuk melakukan update, delete dan insert yang kemudian di masukan kedalam tabel virtual tersebut. UDF selalu disertai dengan syntax RETURN pada bagian akhir, dibaris inilah Virtual Tabel tersebut diberikan pada orang yang memanggil UDF anda. To Be Continued &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syok luar biasa ketika seorang rekan dengan titel Database Administrator tidak tahu menahu mengenai User Defined Function yang ada di Sql Server. Sebuah fitur luar biasa berguna untuk pengolahan dan membentuk data. Dan ternyata rekan saya tersebut tidak sendiri, masih banyak kenalan lainnya yang sehari-hari berkutat dengan Sql Server tidak tahu apa itu UDF dan bagaimana UDF dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan mereka.<span id="more-88"></span></p>
<p>Apakah UDF memang suatu fitur yang tidak umum digunakan? Atau malah saya yang bergaul dengan orang-orang yang salah? Apakah anda salah satu DBA/Programmer yang tidak tahu apa itu UDF?</p>
<h1>Understanding UDF</h1>
<p>UDF pertama kali diperkenalkan pada Microsoft SQL Server 2000 untuk menutupi berbagai kekurangan SP yang memungkinkan anda antuk menulis sebuah script SQL yang menyerupai Structured Programming Language seperti Visual Basic, C++ dan lain sebagainya. Ada dua macam UDF yaitu Scalar Value UDF dan Table-Valued UDF.</p>
<p>Table-Valued UDF mengembalikan hasil dalam bentuk tabel sementara Scalar-Valued UDF mengembalikan data berupa satu nilai. Untuk saat ini mari kita fokus pada Table-Valued UDF supaya saya tidak repot cari bahan tulisan untuk minggu depan.</p>
<p>Berikut contoh pemanggilan SP dan UDF :</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
--Contoh pemanggilan Stored Procedure
EXEC SP_Process_Data '2012-1-1', '2012-3-31'

--Contoh Pemanggilan User Defined Function (Table Valued)
SELECT * FROM UDF_Process_Data('2012-1-1','2012-3-31')
</pre>
<p>Perhatikan bahwa <em>UDF_Process_Data</em> berada dalam <em><strong>T-SQL Select Command</strong></em> sama persis kalau anda memanggil data dari sebuah tabel, tapi mirip dengan SP, UDF tersebut dapat memiliki parameter pada contoh diatas terdapat dua parameter dengan tipe data DateTime dengan sedikit perbedaan penulisan yaitu penambahan tanda kurung di bagian parameter.</p>
<p>Karena UDF dipanggil dengan SQL Query biasa maka dengan satu UDF saja anda dapat melakukan berbagai variasi pengambilan data seperti melakukan pem filteran dengan WHERE clause, melakukan pengurutan data dengan ORDER Clause, Melakukan penggabungan data dengan INNER JOIN, dan lain sebagainya.</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT Col1, Col2, Col9 
FROM UDF_Process_Data('2012-1-1','2012-3-31')
WHERE Col10 >= 100
ORDER BY Col1
</pre>
<h1>How Things Work</h1>
<p>Misalkan anda memiliki tabel Karyawan seperti berikut ini:</p>
<div id="sws_table10" class="sws_custom_table">
<table>
<thead>
<tr>
<th>ID</th>
<th>KD_Divisi</th>
<th>Nama</th>
<th>Tanggal_Lahir</th>
<th>Gaji</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr class="odd">
<td>1</td>
<td>1</td>
<td>Ahmad</td>
<td>1979-3-5</td>
<td>5000000</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>2</td>
<td>Dudung</td>
<td>1979-1-12</td>
<td>5000000</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>2</td>
<td>Somad</td>
<td>1979-4-29</td>
<td>5000000</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>1</td>
<td>Menik</td>
<td>1986-2-3</td>
<td>3500000</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>2</td>
<td>Upik</td>
<td>1986-9-28</td>
<td>3500000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><script>jQuery(document).ready(function($){custom_table({'bzebra':'e8edff','bhover':'d0dafd','hbgcolor':'b9c9fe','bbgcolor':'e8edff','bbtype':'solid','bbwidth':'1','bbcolor':'ffffff','tbcolor':'9BAFF1','tbwidth':'2','tbtype':'solid','bgcolor':'ffffff','bcolor':'666699','hcolor':'003399','hbcolor':'ffffff','hbwidth':'1','hbtype':'solid','sel':'#sws_table10','template':'sws_custom_table','width':'100%'});});</script></p>
<p>Bos anda meminta anda mengolah data tersebut dengan kriteria</p>
<p><em><strong>Tampilkan data karyawan ditambah dengan kolom kenaikan gaji apabila gaji mereka naik sebesar x% pada tanggal cetak y untuk menentukan umur karyawan. Dimana x dan y harus menjadi variable yang dapat dirubah setiap saat</strong></em>.</p>
<p>Saya pikir untuk dapat lebih mudah mengenal UDF sebaiknya saya coba bandingkan dengan pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan Stored Procedure terlebih dahulu, mungkin anda akan membuat SP yang mirip seperti ini:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
CREATE PROCEDURE [dbo].[SP_Kenaikan] @Persen DOUBLE, @Tanggal DATETIME
AS
BEGIN
  SELECT ID, KD_Divisi, Nama, Tanggal_Lahir,
     FLOOR(DATEDIFF(DAY, Tanggal_Lahir, @Tanggal)/365.25) AS Umur, 
     Gaji, Gaji * (@Persen/100) AS Kenaikan
  FROM Karyawan
END
</pre>
<p>Dan anda dapat menjalankan SP tersebut seperti berikut ini:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
EXEC
dbo.SP_Kenaikan 10, '2012-5-1'
</pre>
<p>Yang kemudian akan mengembalikan hasil seperti berikut ini:</p>
<div id="sws_table14" class="sws_custom_table">
<table>
<thead>
<tr>
<th>ID</th>
<th>KD_Divisi</th>
<th>Nama</th>
<th>Tanggal_Lahir</th>
<th>Umur</th>
<th>Gaji</th>
<th>Kenaikan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr class="odd">
<td>1</td>
<td>1</td>
<td>Ahmad</td>
<td>1979-3-5</td>
<td>33</td>
<td>5000000</td>
<td>500000</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>2</td>
<td>Dudung</td>
<td>1979-1-12</td>
<td>33</td>
<td>5000000</td>
<td>500000</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>2</td>
<td>Somad</td>
<td>1979-4-29</td>
<td>33</td>
<td>5000000</td>
<td>500000</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>1</td>
<td>Menik</td>
<td>1986-2-3</td>
<td>26</td>
<td>3500000</td>
<td>350000</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>2</td>
<td>Upik</td>
<td>1986-9-28</td>
<td>25</td>
<td>3500000</td>
<td>350000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><script>jQuery(document).ready(function($){custom_table({'bzebra':'e8edff','bhover':'d0dafd','hbgcolor':'b9c9fe','bbgcolor':'e8edff','bbtype':'solid','bbwidth':'1','bbcolor':'ffffff','tbcolor':'9BAFF1','tbwidth':'2','tbtype':'solid','bgcolor':'ffffff','bcolor':'666699','hcolor':'003399','hbcolor':'ffffff','hbwidth':'1','hbtype':'solid','sel':'#sws_table14','template':'sws_custom_table','width':'100%'});});</script></p>
<p>Nah, Mission Accomplished! Tapi bagaimana apabila bos anda meminta format laporan baru dengan kriteria <em><strong>tampilkan kolom Nama, Umur dan Gaji Baru setelah ada kenaikan, dan terakhir hanya yang berumur sama dengan atau lebih dari 30 tahun</strong></em>. Mungkin bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan stored procedure dan tidak tahu-menahu tentang UDF anda akan membuat Stored Procedure baru yang kurang lebih begini:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
CREATE PROCEDURE [dbo].[SP_Kenaikan2] @Persen DOUBLE, @Tanggal DATETIME, @UmurMin INT

AS
BEGIN
  SELECT Nama, FLOOR(DATEDIFF(DAY, Tanggal_Lahir, @Tanggal)/365.25) AS Umur, 
    Gaji+(Gaji*(@Persen/100)) AS Kenaikan 
  FROM Karyawan
  WHERE FLOOR(DATEDIFF(DAY, Tanggal_Lahir, @Tanggal)/365.25) >= @UmurMin
END
</pre>
<p>Dan mungkin anda akan membuat berbagai variasi stored procedure lain untuk setiap format laporan yang diperlukan. Dan pada akhirnya anda akan memiliki puluhan stored procedure yang intinya sama sehingga akan sulit di manage. Percayalah, apabila setelah bertahun-tahun anda mengelola database dan anda membiarkan hal itu berlarut-larut anda akan merasakan sendiri pahitnya menjadi seorang DBA.</p>
<h1>Do It The UDF Way</h1>
<p>Cukup dengan menulis satu script UDF masalah diatas dapat diatasi dengan elegan. Berikut contoh penulisan UDF:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
CREATE FUNCTION [dbo].[kenaikan](@Persen DOUBLE, @Tanggal DATETIME)
RETURNS @resultTable TABLE
(
  ID int,
  KD_Divisi int,
  Nama Varchar(255),
  Tanggal_Lahir DateTime,
  Umur int,
  Gaji numeric(18,2),
  Kenaikan numeric(18,2)
)
AS
BEGIN
  Insert @resultTable
  (
    ID,
    KD_Divisi,
    Nama,
    Tanggal_Lahir,
    Umur,
    Gaji,
    Kenaikan
  )
  SELECT 
    ID, 
    KD_Divisi, 
    Tanggal_Lahir, 
    FLOOR(DATEDIFF(DAY, Tanggal_Lahir, GETDATE())/365.25), 
    Gaji, 
    Gaji * (@Persen/100) 
  FROM Karyawan

  RETURN
END
</pre>
<p>Sekarang anda dapat memanggil UDF tersebut dengan perintah seperti berikut:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT * 
FROM dbo.kenaikan(10, '2012-5-1')
</pre>
<p>Maka anda akan mendapatkan hasil yang sama dengan contoh stored procedure pertama diatas. Perhatikan bahwa UDF tersebut dipanggil dalam Select command sehingga ketika sewaktu-waktu anda diminta untuk mengambil data dengan kriteria: <strong><em>ambil hanya nama dan gaji baru dengan kenaikan 12% dan hanya yang berumur diatas 20</em></strong> tahun maka anda dapat memanggil UDF yang sama tanpa perlu membuat/memodifikasi yang telah ada dengan cara seperti berikut:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT nama, gaji+kenaikan as gaji_baru 
FROM dbo.kenaikan(10, '2012-5-1') 
WHERE umur >= 30
</pre>
<p>Maka perintah tersebut akan mengembalikan hasil seperti berikut:</p>
<div id="sws_table20" class="sws_custom_table">
<table>
<thead>
<tr>
<th>Nama</th>
<th>Gaji Baru</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Ahmad</td>
<td>5500000</td>
</tr>
<tr>
<td>Dudung</td>
<td>5500000</td>
</tr>
<tr>
<td>Somad</td>
<td>5500000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><script>jQuery(document).ready(function($){custom_table({'bzebra':'e8edff','bhover':'d0dafd','hbgcolor':'b9c9fe','bbgcolor':'e8edff','bbtype':'solid','bbwidth':'1','bbcolor':'ffffff','tbcolor':'9BAFF1','tbwidth':'2','tbtype':'solid','bgcolor':'ffffff','bcolor':'666699','hcolor':'003399','hbcolor':'ffffff','hbwidth':'1','hbtype':'solid','sel':'#sws_table20','template':'sws_custom_table','width':'100%'});});</script></p>
<p>Anda juga bisa menggunakan UDF dalam perintah JOIN:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
SELECT a.nama, b.bagian, a.gajibaru 
FROM dbo.kenaikan(10, '2012-5-1') a 
  INNER JOIN divisi b ON a.kodedivisi = b.kodedivisi
</pre>
<p>Dan tentunya berbagai macam skenario Select Command lain sudah dapat diakomodir dengan hanya satu kali menuliskan UDF.</p>
<h1>Write Your Own Script</h1>
<p>Untuk dapat memahami penulisan UDF mari kita simak struktur penulisan UDF berikut:</p>
<pre name="code" class="brush:sql">
CREATE FUNCTION namafungsi (
  Param-1 tipedata, 
  Param-2 tipedata, 
  Param-n tipedata
)

RETURNS @VirtualTabel (
  Field-1 tipedata,
  Field-2 tipedata,
  Field-n tipedata
)
AS
BEGIN
  //Kode Anda Disini
  INSERT INTO @VirtualTabel
  Select * from tablename

  RETURN
END
</pre>
<p>Anda membuat UDF dengan mendefinisikan nama UDF itu sendiri kemudian memasukan parameter-parameter yang nantinya akan digunakan, parameter tersebut sifatnya opsional dan dapat terdiri lebih dari satu. Setelah itu anda menentukan suatu Tabel Virtual, apa itu Tabel Virtual? Butuh artikel khusus buat membahas soal itu, tapi intinya adalah Anda dapat mengolah data dengan berbagai cara termasuk melakukan update, delete dan insert yang kemudian di masukan kedalam tabel virtual tersebut. UDF selalu disertai dengan syntax RETURN pada bagian akhir, dibaris inilah Virtual Tabel tersebut diberikan pada orang yang memanggil UDF anda.</p>
<p><a title="Scalar-Valued UDF (Cont.)" href="http://www.normansyah.com/2012/04/scalar-valued-udf/">To Be Continued</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.normansyah.com/2012/04/sql-server-udf-nan-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Breffo SpiderPodium: Laba-Laba Serba Guna (Buat Yang Ngga Takut Laba-Laba)</title>
		<link>http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/</link>
		<comments>http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 11:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Normansyah Kusuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgets & Gizmos]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Breffo]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Holder]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[SpiderPodium]]></category>
		<category><![CDATA[Tablet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.normansyah.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Saya agak royal kalau masalah beli gadget, ngga apa-apa mahal sedikit yang penting puas. Tidak demikian untuk aksesori, kalau ngga penting-penting amet kenapa dibeli? Dan kalau memang akhirnya beli biasanya saya pilih yang murah. Sampai saya butuh car holder untuk gadget saya, saya beli dengan harga 250 ribu padahal bisa saja saya beli yang 70 ribuan, kenapa? Saya punya cukup banyak gadget, diantaranya beberapa smartphone, tablet dan kamera. Berhubung membeli GPS untuk mobil sebenarnya buang-buang uang karena tablet dan smartphone saya sudah ada fitur gps nya jadi saya cuma butuh car holder untuk tablet atau handphone, kalau memungkinkan yang bisa buat handphone dan tablet sekaligus, agak mustahil memang. Beruntung waktu iseng browsing Ebay saya menemukan Breffo SpiderPodium, sebuah perentilan dengan konsep yang jenius. Begini cara kerja SpiderPodium, berbentuk seperti namanya spider atau laba-laba berbahan dasar latex dan memiliki delapan kaki-kaki panjang yang bisa di tekuk. Setelah di tekuk kaki-kaki tersebut akan diam dalam posisi tertekuk persis mirip seperti kawat sampai anda luruskan kembali. Anda dapat menekuk kaki-kaki tersebut sedemikian rupa sehingga sebagian kakinya mengikat gadget anda dan sebagian kaki lainnya dapat di atur sedemikian rupa sehingga dapat di dirikan diatas meja, disangkutkan ke lubang blower ac mobil, di ikat pada stang sepeda atau motor dan lain sebagainya. Tidak seperti holder lain yang biasanya khusus untuk smartphone ber merek atau seri tertentu SpiderPodium dapat digunakan untuk berbagai macam gadget, dan keperluan lain. Walaupun di promosokin sebagai iPhone holder Spider Podium bisa digunakan untuk sebagian besar gadget yang kurang-lebih seukuran dengan iPhone seperti Android Samsung Galaxy S2, dan lainnya. Use your imagination Kuncinya adalah bagaimana anda melekuk-lekukan delapan kaki Spider Podium. Sebagai percobaan saya telah mencoba Breffo Spider Podium mulai dengan mengikat kamera ke batang sapu untuk mengambil foto yang tinggi hingga mengikat smartphone kemudian diikatkan kelengan sehingga menyerupai jagoan-jagoan di film sci-fi, dan tentunya tujuan utama saya membeli holder yaitu memasang gadget saya yaitu smartphone dan tablet di dalam mobil dengan cara mengikatkan ke kaca spion atau sebagian kakinya diselipkan ke lubang blower ac. Berikut ini beberapa contoh penggunaan Spider Podium untuk bahan inspirasi anda: Buyers Guide Spider Podium dijual dengan harga yang cukup mahal, untuk versi smartphone anda harus menggelontorkan US$19.99 atau sekitar 190 ribu rupiah, sementara untuk versi tablet siap-siap berpisah dengan uang anda sebesar US$34.44 atau sekitar 330 ribu rupiah. Itupun belum termasuk ongkos kiring yang bisa mencapai seratus ribu rupiah per laba-laba. Tapi dipikir-pikir lagi untuk sebuah asesoris gadget dengan segudang kegunaan dan memenangkan berbagai Innovation Award, harga tersebut dapat dimaklumi. Saya sangat nenyarankan anda untuk membeli versi tablet, kanapa? Simple Logic, kalau anda beli versi smartphone Spider Podium anda tidak dapat digunakan pada tablet atau gadget lain yang berbodi besar. Tapi sebaliknya kalau anda beli versi tablet maka semua gadget mulai dari yang sebesar tablet hingga yang lebih kecil seperti Compact Camera hingga DSLR, Smartphone, GPS Receiver, dll dapat menikmati genggaman Spider Podium. Kecuali kalau memang anda mau beli Spider Podium untuk tiap gadget anda. Menurut website resmi Breffo, Spider Podium hanya di produksi di UK, jadi kalau anda kebetulan melihat Spider Podium di Glodok dan ada tulisan www.breffo.hk atau tulisan lain yang mengindikasikan Spider Podium itu dibuat di luar UK berarti itu 100% palsu. Perbedaan antara yang asli dan palsu yang paling mencolok adalah build quality, pasti yang ori lebih halus. Kemudian Spider Podium ori menggunakan bahan latex yang memungkinkan anda menjepit gadget anda dengan sempurna tanpa khawatir merusak bodi gadget anda. Sementara versi palsunya berbahan karet biasa yang lebih keras kalau tidak hati-hati gadget anda bisa retak. Tapi untuk soal fungsionalitas, versi palsupun cukup memadai dan cukup aman untuk digunakan. Beberapa pengusaha internet di Indonesia menjual versi Knock-off nya dengan harga sekitar Rp. 150 ribu untuk versi iPhone dan Rp. 250 ribu untuk versi tablet sudah dengan ongkir, tapi percayalah bahwa walaupun bisa digunakan dengan baik tetapi tidak ada yang lebih baik daripada the real thing. Dan tentunya kalau anda adalah penderita phobia laba-laba akut, maka SpiderPodium BUKAN untuk anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya agak royal kalau masalah beli gadget, ngga apa-apa mahal sedikit yang penting puas. Tidak demikian untuk aksesori, kalau ngga penting-penting amet kenapa dibeli? Dan kalau memang akhirnya beli biasanya saya pilih yang murah. Sampai saya butuh car holder untuk gadget saya, saya beli dengan harga 250 ribu padahal bisa saja saya beli yang 70 ribuan, kenapa?</p>
<p><span id="more-122"></span></p>
<p>Saya punya cukup banyak gadget, diantaranya beberapa smartphone, tablet dan kamera. Berhubung membeli GPS untuk mobil sebenarnya buang-buang uang karena tablet dan smartphone saya sudah ada fitur gps nya jadi saya cuma butuh car holder untuk tablet atau handphone, kalau memungkinkan yang bisa buat handphone dan tablet sekaligus, agak mustahil memang.</p>
<p>Beruntung waktu iseng browsing Ebay saya menemukan Breffo SpiderPodium, sebuah perentilan dengan konsep yang jenius. Begini cara kerja SpiderPodium, berbentuk seperti namanya spider atau laba-laba berbahan dasar latex dan memiliki delapan kaki-kaki panjang yang bisa di tekuk. Setelah di tekuk kaki-kaki tersebut akan diam dalam posisi tertekuk persis mirip seperti kawat sampai anda luruskan kembali. Anda dapat menekuk kaki-kaki tersebut sedemikian rupa sehingga sebagian kakinya mengikat gadget anda dan sebagian kaki lainnya dapat di atur sedemikian rupa sehingga dapat di dirikan diatas meja, disangkutkan ke lubang blower ac mobil, di ikat pada stang sepeda atau motor dan lain sebagainya.</p>
<p>Tidak seperti holder lain yang biasanya khusus untuk smartphone ber merek atau seri tertentu SpiderPodium dapat digunakan untuk berbagai macam gadget, dan keperluan lain. Walaupun di promosokin sebagai iPhone holder Spider Podium bisa digunakan untuk sebagian besar gadget yang kurang-lebih seukuran dengan iPhone seperti Android Samsung Galaxy S2, dan lainnya.</p>
<h4>Use your imagination</h4>
<p>Kuncinya adalah bagaimana anda melekuk-lekukan delapan kaki Spider Podium. Sebagai percobaan saya telah mencoba Breffo Spider Podium mulai dengan mengikat kamera ke batang sapu untuk mengambil foto yang tinggi hingga mengikat smartphone kemudian diikatkan kelengan sehingga menyerupai jagoan-jagoan di film sci-fi, dan tentunya tujuan utama saya membeli holder yaitu memasang gadget saya yaitu smartphone dan tablet di dalam mobil dengan cara mengikatkan ke kaca spion atau sebagian kakinya diselipkan ke lubang blower ac.</p>
<p>Berikut ini beberapa contoh penggunaan Spider Podium untuk bahan inspirasi anda:</p>
<code><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/olympus-digital-camera/' title='BreffoSpider01'>BreffoSpider01</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider02/' title='BreffoSpider02'>BreffoSpider02</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider03/' title='BreffoSpider03'>BreffoSpider03</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider04/' title='BreffoSpider04'>BreffoSpider04</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider05/' title='BreffoSpider05'>BreffoSpider05</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider06/' title='BreffoSpider06'>BreffoSpider06</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider07/' title='BreffoSpider07'>BreffoSpider07</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider10/' title='BreffoSpider10'>BreffoSpider10</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider12/' title='BreffoSpider12'>BreffoSpider12</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider13/' title='BreffoSpider13'>BreffoSpider13</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider14/' title='BreffoSpider14'>BreffoSpider14</a><br />
<a href='http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/breffospider15/' title='BreffoSpider15'>BreffoSpider15</a><br />
</code>
<h4>Buyers Guide</h4>
<p>Spider Podium dijual dengan harga yang cukup mahal, untuk versi smartphone anda harus menggelontorkan US$19.99 atau sekitar 190 ribu rupiah, sementara untuk versi tablet siap-siap berpisah dengan uang anda sebesar US$34.44 atau sekitar 330 ribu rupiah. Itupun belum termasuk ongkos kiring yang bisa mencapai seratus ribu rupiah per laba-laba. Tapi dipikir-pikir lagi untuk sebuah asesoris gadget dengan segudang kegunaan dan memenangkan berbagai Innovation Award, harga tersebut dapat dimaklumi.</p>
<p>Saya sangat nenyarankan anda untuk membeli versi tablet, kanapa? <em>Simple Logic</em>, kalau anda beli versi smartphone Spider Podium anda tidak dapat digunakan pada tablet atau gadget lain yang berbodi besar. Tapi sebaliknya kalau anda beli versi tablet maka semua gadget mulai dari yang sebesar tablet hingga yang lebih kecil seperti Compact Camera hingga DSLR, Smartphone, GPS Receiver, dll dapat menikmati genggaman Spider Podium. Kecuali kalau memang anda mau beli Spider Podium untuk tiap gadget anda.</p>
<p>Menurut <a href="http://www.breffo.com">website resmi Breffo</a>, Spider Podium hanya di produksi di UK, jadi kalau anda kebetulan melihat Spider Podium di Glodok dan ada tulisan www.breffo.hk atau tulisan lain yang mengindikasikan Spider Podium itu dibuat di luar UK berarti itu 100% palsu. Perbedaan antara yang asli dan palsu yang paling mencolok adalah build quality, pasti yang ori lebih halus. Kemudian Spider Podium ori menggunakan bahan latex yang memungkinkan anda menjepit gadget anda dengan sempurna tanpa khawatir merusak bodi gadget anda. Sementara versi palsunya berbahan karet biasa yang lebih keras kalau tidak hati-hati gadget anda bisa retak.</p>
<p>Tapi untuk soal fungsionalitas, versi palsupun cukup memadai dan cukup aman untuk digunakan. Beberapa pengusaha internet di Indonesia menjual versi Knock-off nya dengan harga sekitar Rp. 150 ribu untuk versi iPhone dan Rp. 250 ribu untuk versi tablet sudah dengan ongkir, tapi percayalah bahwa walaupun bisa digunakan dengan baik tetapi tidak ada yang lebih baik daripada <em>the real thing</em>.</p>
<p>Dan tentunya kalau anda adalah penderita phobia laba-laba akut, maka SpiderPodium BUKAN untuk anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.normansyah.com/2012/03/breffo-spider-podium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Big Bang Theory: Geeky Sitkom Untuk Semua Orang</title>
		<link>http://www.normansyah.com/2012/03/big-bang-theory-geeky-sitkom-untuk-semua-oran/</link>
		<comments>http://www.normansyah.com/2012/03/big-bang-theory-geeky-sitkom-untuk-semua-oran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 18:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Normansyah Kusuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Geek]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Siri]]></category>
		<category><![CDATA[The Big Bang Theory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.normansyah.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Saya menganggap diri saya Geek; saya paham kurang lebih lima bahasa pemrograman, saya nonton Star Trek: The Next Generation tujuh season berturut-turut dalam satu bulan, saya nonton Star Wars The Original Trilogy lebih dari lima kali, sumber hiburan utama di TV adalah Discovery Channel atau National Geographic, dan berbagai atribut lain yang cukup membuat saya dapat dijuluki Geek banget. Balik soal urusan hiburan TV, biasanya saya kurang minat dengan sitkom sampai kebetulan saya melihat The Big Bang Theory yang ditayangkan di Warner TV. Akhirnya, ada juga serial sitkom yang masuk dalam tayangan favorit saya. The Big Bang Theory bercerita tentang kehidupan Sheldon Lee Cooper,B.S., M.S., M.A., Ph.D., Sc.D. beserta dengan rekan sekamarnya Leonard Leakey Hofstadter, Ph.D., pekerjaan mereka adalah peneliti di California Institute of Technology (Caltech). Diseberang apartemen mereka tinggal seorang gadis cantik bernama Penny yang pekerjaan sehari-harinya adalah pelayan restoran dengan nama Cheese Cake Factory sekaligus mengejar karir di dunia akting. Sheldon, Leonard dan Penny kemudian bersahabat walaupun sering terjadi berbagai masalah terutama disebabkan tingkah polah Sheldon yang sangat nyentrik dan unik. Sebagai Geek yang seperti biasanya kurang bisa bergaul Sheldon dan Leonard juga sering minta nasehat dari Penny. Tokoh utama lainnya yang juga sahabat dari Sheldon, Howard dan Peni adalah Howard Joel Wolowitz, M.Eng yang bekerja di departemen Applied Physics di Caltech dan bertingkah seolah-olah penakluk wanita walaupun sebenarnya malah membuat para wanita menjauh saat dia coba mendekat. Kemudian ada Rajesh Ramayan Koothrappali, Ph.D. seorang astrophysicist di Caltech dengan inggris berlogat India yang sangat kental dan tidak bisa berbicara kalau berada di dekat gadis yang menarik. Rajesh adalah sahabat karib Howard dan adegan-adegan interaksi mereka berdua sering terlihat sangat konyol dan menggelikan. Ketidak mampuan Rajesh berbicara saat ada gadis cantik menjadi masalah besar yang cukup kocak karena sebagai salah satu sahabat Leonard, Rajesh sering bertemu dengan Penny di apartemen Leonard. The Big Bang Theory penuh dengan referensi Pop Culture terutama yang berhubungan dengan dunia Geek seperti Gadget, Video Game, film Sci-Fi, Komik, dan lain sebagainya dan terkadang referensi Pop Culture tersebut menjadi topik utama dalam beberapa episode. Berikut cuplikan salah satu episode yang fokus pada iPhone 4s dan Siri yang pada saat itu baru saja di luncurkan oleh Apple: Bukan Hanya Untuk Geek Walaupun film ini menceritakan tentang kehidupan orang-orang Geek tapi sepertinya sangat disukai oleh sebagian besar orang-orang non Geek. Sebagai buktinya The Big Bang Theory menjadi salah satu acara favorit pemirsa di Amerika dan memiliki rating tertinggi untuk demografi pemirsa dengan umur antara 14 dan 49 tahun mengalahkan Two And Half Man yang telah menjadi juara selama delapan tahun berturut-turut. Pembukaan musim ke lima The Big Bang Theory di tonton oleh 14 juta pemirsa di Amerika. Saat ini The Big Bang Theory telah mencapai penghujung musim ke lima dan para bintang The Big Bang Theory telah menandatangani kontrak untuk bermain untuk dua musim lagi, hanya film serial luar biasa saja yang bisa mencapai tujuh musim tayang! Jadi tunggu apa lagi? Geek atau bukan, sebaiknya anda ikuti serial sitkom yang saat ini. Kalau anda pelanggan tv satelite atau kabel anda dapat menyaksikan The Big Bang Theory di channel Warner TV.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menganggap diri saya Geek; saya paham kurang lebih lima bahasa pemrograman, saya nonton <a href="http://www.imdb.com/title/tt0092455/">Star Trek: The Next Generation</a> tujuh season berturut-turut dalam satu bulan, saya nonton <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Star_Wars#Original_trilogy">Star Wars The Original Trilogy</a> lebih dari lima kali, sumber hiburan utama di TV adalah Discovery Channel atau National Geographic, dan berbagai atribut lain yang cukup membuat saya dapat dijuluki Geek banget. Balik soal urusan hiburan TV, biasanya saya kurang minat dengan sitkom sampai kebetulan saya melihat <a href="http://www.imdb.com/title/tt0898266/">The Big Bang Theory</a> yang ditayangkan di Warner TV. Akhirnya, ada juga serial sitkom yang masuk dalam tayangan favorit saya.<span id="more-95"></span></p>
<p>The Big Bang Theory bercerita tentang kehidupan <em>Sheldon Lee Cooper,B.S., M.S., M.A., Ph.D., Sc.D.</em> beserta dengan rekan sekamarnya <em>Leonard Leakey Hofstadter, Ph.D.</em>, pekerjaan mereka adalah peneliti di California Institute of Technology (Caltech). Diseberang apartemen mereka tinggal seorang gadis cantik bernama Penny yang pekerjaan sehari-harinya adalah pelayan restoran dengan nama Cheese Cake Factory sekaligus mengejar karir di dunia akting.</p>
<p>Sheldon, Leonard dan Penny kemudian bersahabat walaupun sering terjadi berbagai masalah terutama disebabkan tingkah polah Sheldon yang sangat nyentrik dan unik. Sebagai Geek yang seperti biasanya kurang bisa bergaul Sheldon dan Leonard juga sering minta nasehat dari Penny.</p>
<p>Tokoh utama lainnya yang juga sahabat dari Sheldon, Howard dan Peni adalah <em>Howard Joel Wolowitz, M.Eng</em> yang bekerja di departemen Applied Physics di Caltech dan bertingkah seolah-olah penakluk wanita walaupun sebenarnya malah membuat para wanita menjauh saat dia coba mendekat. Kemudian ada <em>Rajesh Ramayan Koothrappali, Ph.D.</em> seorang astrophysicist di Caltech dengan inggris berlogat India yang sangat kental dan tidak bisa berbicara kalau berada di dekat gadis yang menarik.</p>
<p>Rajesh adalah sahabat karib Howard dan adegan-adegan interaksi mereka berdua sering terlihat sangat konyol dan menggelikan. Ketidak mampuan Rajesh berbicara saat ada gadis cantik menjadi masalah besar yang cukup kocak karena sebagai salah satu sahabat Leonard, Rajesh sering bertemu dengan Penny di apartemen Leonard.</p>
<p>The Big Bang Theory penuh dengan referensi Pop Culture terutama yang berhubungan dengan dunia Geek seperti Gadget, Video Game, film Sci-Fi, Komik, dan lain sebagainya dan terkadang referensi Pop Culture tersebut menjadi topik utama dalam beberapa episode. Berikut cuplikan salah satu episode yang fokus pada iPhone 4s dan Siri yang pada saat itu baru saja di luncurkan oleh Apple:</p>
<code><iframe width="550" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/8mbH-G6493s?rel=0" frameborder="0"></iframe></code>
<h4>Bukan Hanya Untuk Geek</h4>
<p>Walaupun film ini menceritakan tentang kehidupan orang-orang Geek tapi sepertinya sangat disukai oleh sebagian besar orang-orang non Geek. Sebagai buktinya The Big Bang Theory menjadi salah satu acara favorit pemirsa di Amerika dan memiliki rating tertinggi untuk demografi pemirsa dengan umur antara 14 dan 49 tahun mengalahkan Two And Half Man yang telah menjadi juara selama delapan tahun berturut-turut.</p>
<p>Pembukaan musim ke lima The Big Bang Theory di tonton oleh 14 juta pemirsa di Amerika. Saat ini The Big Bang Theory telah mencapai penghujung musim ke lima dan para bintang The Big Bang Theory telah menandatangani kontrak untuk bermain untuk dua musim lagi, hanya film serial luar biasa saja yang bisa mencapai tujuh musim tayang! Jadi tunggu apa lagi? Geek atau bukan, sebaiknya anda ikuti serial sitkom yang saat ini. Kalau anda pelanggan tv satelite atau kabel anda dapat menyaksikan The Big Bang Theory di channel Warner TV.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.normansyah.com/2012/03/big-bang-theory-geeky-sitkom-untuk-semua-oran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

